PROBOLINGGO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Probolinggo terus berkomitmen mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah. Melalui pembinaan kemandirian yang produktif, pihak Lapas gencar mengelola budidaya ikan lele, ikan gurame, hingga pembuatan tempe berskala internal. Senin (25/05).
Langkah ini diambil tidak hanya sebagai bentuk kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan bekal keterampilan bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) agar siap kembali ke masyarakat.
Memanfaatkan area yang tersedia di dalam Lapas, pihak pengelola menyulapnya menjadi kolam-kolam budidaya ikan yang produktif. Saat ini, terdapat dua komoditas utama yang dikembangkan yaitu ikan lele karena masa panen yang relatif cepat dan perawatan yang efisien dan ikan gurame Menjadi komoditas bernilai ekonomis tinggi dengan pangsa pasar yang menjanjikan.
Kepala Lapas Probolinggo, Bayu Muhammad menyatakan bahwa seluruh proses hulu ke hilir dalam program ini melibatkan warga binaan secara langsung di bawah pengawasan ketat petugas pembinaan kemandirian.
"Kami ingin membuktikan bahwa keterbatasan jeruji besi bukan halangan untuk tetap produktif. Hasil dari budidaya lele, gurame, dan produksi tempe ini nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan internal Lapas, dan jika produksinya surplus, akan kami pasarkan ke luar," ujarnya.
Melalui program ketahanan pangan yang berkelanjutan ini, Lapas Probolinggo berharap dapat terus mencetak sumber daya manusia yang terampil sekaligus mewujudkan Lapas yang mandiri dan berdampak positif bagi ketahanan pangan daerah.



Posting Komentar untuk "Dukung Program Nasional, Lapas Probolinggo Terus Gelorakan Ketahanan Pangan Lewat Budidaya Ikan dan Produksi Tempe "